Category: Tips Interior

panduan-memesan-kitchen-set.jpg?fit=650%2C324&ssl=1

Berapa Biaya Pembuatan Kitchen Set di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo

June 20, 2018by Tata Griya InteriorHarga Kitchen set MurahTips Interior0

Berapa Biaya Pembuatan Kicthen Set di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Banyak pertanyaan masuk ke email kami tentang biaya pembuatan kitchen set untuk area surabaya dan sekitarnya. Tata Griya akan menjabarkan tentang beberapa komponen harga dari kitchen set.

Kitchen set merupakan area dapur yang terdiri dari kabinet, laci, ruang penyimapanan, dan appliance lain yang didesain untk memudahkan aktivitas masak-memasak. Pada akhirnya desain dan bentuk kitchen set mengikuti pola perkembangan desain dan menuntut beberapa kualitas yang baik dari segi material dan desain.

Saat memilih dan berdiskusi untuk memesan kitchen set, ada beberapa hal yang harus ditanyakan secara detail kepada kontraktor interior yang menangani proses pembuatan kitchen set. Salah satunya adalah material, material kitchen set terdiri dari banyak ragam, kualitas dan harga. Sehingga menanyakan lebih rinci kepada kontraktor akan mendapatkan hasil yang sesuai diharapkan.

 

Biaya Pembuatan Kitchen Set: Komponen Penyusun

Komponen penyusun biaya pembuatan kicthen set terdiri dari banyak item, diantaranya material body, hardware, material pelapis, dan Table top.

  • Material Body Kitchen Set

Material body kitchen set (karkas) terdiri dari bermacam material, mulai dari MDF, kayu solid, hingga plywood. Material terbaik tentu kayu solid, namun untuk kichen set modern minimalis biasanya menggunakan plywood. Mintalah plywood berkualitas tinggi misalnya yang full meranti karena lebih awet.

  • Material Pelapis Kitchen Set

Material pelapis terdiri dari berbagai jenis misalnya sheet, HPL, dan Vinyl. Umumnya material pelapis menggunakan HPL (High pressure laminated) , ada banyak merek HPL dipasaran mulai harga 100ribuan hingga jutaan perlembar. carilah info sebanyaknya tentang material pelapis dan ajukan kekontraktor untuk dikalkulasi harganya.

  • Material hardware Kitchen Set

Material hardware kitchen set misalnya rel laci, engsel, dan handle. banyak merek yang beredar merek yang standar biasanya HUbben sementara merek dengan harga mahal dan kualitas tinggi misalnya Hafele, Hettich, dan Blum.

  • Material Top Table kitchen Set

Top table merupakan lapisan meja yang apling atas, ada beragam jenis top table untuk kitchen set, misalnya solid surface, kayu, marmer, dan granit.

 

Tata Griya sebagai kontraktor interior memberikan harga yang spesial untuk kitchen set Minimalis bahan HPL. Harga Kitchen Set untuk area Surabaya, gresik, dan Sidoarjo Rp. 1.700.000/m. Harga tersebut dengan kualitas material yang bagus dan hasil kerja yang rapi dan berkualitas. Sebelum memesan kitchen set, perbanyak informasi mengenai kualitas material salah satu sistus yang memberikan banyak informasi adalah www.crafter.id , semakin banyak referensi tentu akan semakin baik dalam melakukan kontrol kualitas kitchen set.

Void-Pada-Ruangan-Keluarga.jpg?fit=950%2C630&ssl=1

Rumah Dengan Void Dan Jendela

January 21, 2015by Tata Griya InteriorTips Interior0

Banyaknya jendela dan void membuat rumah yang didominasi ­unsur kayu ini terkesan lega dan memiliki sirkulasi yang bagus.

Sejak awal, pasangan Arfy Frisnanto dan Fajria Putri Adriani ini memang menginginkan rumah yang tidak terlalu besar tapi bisa dihuni sampai tua. Sementara untuk desain, mereka sepakat memilih gaya interior yang tidak terlalu modern atau etnik, tapi banyak unsur kayunya. “Meski gaya minimalis banyak disukai orang, tapi menurut kami minimalis kesannya terlalu kaku,” tutur Raya.

Awalnya, mereka memiliki keinginan yang berbeda. Raya yang menyukai pernak-pernik interior bertemu dengan selera Sang Suami yang lebih menyukai rumah clutter-free . “Akhirnya diambil jalan tengah. Karena kami menyenangi kehangatan, maka unsur kayu dipilih sebagai desain rumah kami.”

Selain itu, Raya juga menginginkan rumah yang memiliki banyak cahaya alami. “Artinya, rumah memiliki banyak jendela. Lalu, kalau anak-anak sudah besar, kami ingin mereka berkumpul di ruang tengah yang besar dan nyaman.”

Untuk mewujudkan keinginan tersebut, setelah berkonsultasi dengan teman yang seorang arsitek, rumah pun dibuatkan void di area keluarga dan ruang makan. “Selain membuat aliran udara bagus, void pun memudahkan komunikasi. Rencananya, kan, kamar anak-anak ditempatkan di atas.”

Kesukaan terhadap unsur kayu di rumah, diwujudkan pada area dapur bersih yang menggunakan kitchen set kayu setinggi plafon. “Penggunaan rak geser sangat membantu mengambil barang-barang di lemari. Disusun berdasarkan penggunaan, sehingga barang yang jarang dipakai diletakkan di rak paling atas.” Tak hanya di situ, beberapa ruangan mulai dari kamar hingga ruang menonton pun diberi sentuhan unsur kayu yang menghangatkan, namun dengan potongan minimalis.

Sebagai penyeimbang ruangan, dibuat taman dan kolam ikan di bagian belakang rumah. “Semula, meja makan diletakkan di teras belakang. Tapi ternyata kalau siang malah terkena sinar matahari langsung. Akhirnya dipasang satu meja makan lagi di area dalam, bersebelahan dengan ruang keluarga dan pantry .”

Ruang makan dan ruang keluarga pun dilengkapi void dengan ketinggian yang berbeda. “Void di ruang makan setinggi 7 meter sedangkan di ruang keluarga 5 meter. Saat mencari lampu gantung, sempat kesulitan. Malah harus menunggu sampai beberapa bulan untuk mendapatkan La Luce itu,” ujarnya puas.

Kamar tidur utama terletak di belakang meja makan.

V oid adalah ruang kosong yang berada di lantai atas dan bawah. Void berfungsi sangat baik untuk pencahayaan, sirkulasi udara, dan efek psikologi. Biasanya, posisi void diletakkan di tengah ruangan atau ruang keluarga.

Sesuai fungsinya, void membuat rumahterasa lebih lapang, cahaya pun bisa masuk dari mana saja apalagi dengan adanya jendela-jendela besar. Rumah akan kelimpahan cahaya alami, bukan semata dari cahaya lampu. Penghematan listrik pun bisa dilakukan karena lampu hanya dinyalakan saat malam hari.

Selain itu, void juga membuat sirkulasi udara menjadi lebih bagus dan bebas masuk tanpa terhambat tembok. Pandangan pun tidak sebatas pada satu lantai saja, tapi juga pada lantai di atasnya.

Fungsi yang tak kalah pentingnya adalah terjalinnya komunikasi antara penghuni yang tinggal di rumah tersebut. Pengawasan pun akan lebih gampang dilakukan karena mudah dilihat. Tak perlu naik atau menuruni tangga, cukup memanggil dari bawah, bisa langsung berinteraksi langsung dengan penghuni yang berada di lantai atas.(tabloid nova)

tips-memilih-furniture-minimalis.jpg?fit=800%2C603&ssl=1

Cara Memilih Furnitur Yang tepat

January 20, 2015by Tata Griya InteriorTips Interior0

Jika saat ini Anda sedang dalam rencana ingin melakukan pembenahan atau merenovasi rumah, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum membeli furnitur. Pemilihan furnitur haruslah tepat agar penggunaannya tepat juga. Sayang, kan , jika benda tersebut tidak terpakai, apalagi jika harganya mahal.

1. Pertama, buat anggaran khusus baru kemudian pergi berbelanja untuk melihat apa yang Anda butuhkan.

2. Pilih material bahan seperti hardwood atau kayu.

3. Belilah yang sesuai dengan budget Anda.

4. Beli sesuai kegunaan, bukan “yang penting bagus”.

5. Sesuaikan furnitur dengan ruang Anda. Jangan membeli barang-barang yang tak muat diletakkan di ruangan Anda.
6. Pikirkan untuk me-reuse atau me-recycle barang-barang lama menjadi baru kembali. Misalnya, dengan menyemir kursi malas atau memoles toples dengan warna-warna yang lucu.

2. Pilih material bahan seperti hardwood atau kayu.

3. Belilah yang sesuai dengan budget Anda.

4. Beli sesuai kegunaan, bukan “yang penting bagus”.

5. Sesuaikan furnitur dengan ruang Anda. Jangan membeli barang-barang yang tak muat diletakkan di ruangan Anda.
6. Pikirkan untuk me-reuse atau me-recycle barang-barang lama menjadi baru kembali. Misalnya, dengan menyemir kursi malas atau memoles toples dengan warna-warna yang lucu.(tabloid nova)

ati.jpg?fit=594%2C443&ssl=1

Tips Memilih Tirai

January 18, 2015by Tata Griya InteriorTips Interior0

  Sebagai salah satu eleman dekorasi, tirai memegang peran penting. Nah, itu sebabnya pentingnya memilih tirai mulai dari jenis kain, warna, hingga pemasangannya. Jangan sampai pemasangan tirai justru merusak dekorasi secara keseluruhan atau fungsi gorden atau tirai ini tidak maksimal.

Memilih materi kain bagian penting. Menurut desainer Suysel DePedro Cunningham dari Tilton Fenwick, sebuah kantor jasa desain interior menyebutkan bahwa pemilihan materi kain penting karena terkait fungsi dan ketahanan. Jika bahan terlalu tebal dan berat, kata Suysel DePedro kemungkinan jatuhnya tidak sempurna jika bagian atas dibuat berlipat model acordion.

Linen, sutra, sutra imitasi, dan beludru adalah pilihan terbaik. “Jatuhnya lebih sempurna dibanding bahan lainnya, ” kata Alice Guercio, wakil presiden pengembangan produk di Kravet, sebuah pabrikan untuk kain gorden dan furniture lainnya. Sutra, tambah Guercio cenderung paling kuat dan tahan lama.

Lalu bagaimana soal pemilihan warna? Bila ruangan itu banyak mendapat sinar matahari, maka hindari gorden warna-warna cerah karena akan cepat memudar. Tapi menurut Guercio, banyak konsumen yang enggak peduli dengan cepatnya memudar gorden ini demi memilih warna cerah agar serasi dengan desain ruangannya.

Banyak desainer menyarankan agar memilih warna-warna netral agar gampang berbaur ke dalam dekorasi ruangan.

Selain sebagai penutup, gorden juga bisa menahan udara dingin atau panas matahari, khususnya di wilayah yang mempunyai empat musim. Banyak hotel menggunakan suede, beludru atau wol yang bisa membantu memblokir cahaya dan menjaga panas.

Bagaimana memasang hanging? Memasang hanging lebih tinggi dari jendela akan memberikan kesan kamar lebih tinggi. Untuk memberi kesan klasik, panjang gorden sedikit menyentuh lantai.

 

Sementara untuk lebar gorden, Anda pastikan untuk menambahkan kira-kira 10 – 20 cm. “Maka ketika akan membuka jendela maka tirai bisa terlipat di sisi dan tidak mengganggu bukaan jendela.”(tabloid nova)

nuansa-klasik.jpg?fit=640%2C430&ssl=1

Nuansa Klasik Dalam Rumah Yang Bergaya Modern

January 16, 2015by Tata Griya InteriorTips Interior0

Pepatah yang mengatakan bahwa rumah itu ibarat jodoh, mungkin memang benar adanya. Setidaknya, itulah yang dialami Maya Miranda Ambarsari, S.H., dan Sang Suami, Ir. Andreas Reza. Saat sedang mengitari perumahan di kawasan Jakarta Selatan, ibu satu anak ini menemukan rumah yang posisinya berada di pojok.

“Waktu itu rumahnya memang masih dibangun, baru jadi setengahnya. Tapi, saya langsung tertarik karena sudah lama ingin punya rumah di pojok. Apalagi, waktu pertama kali melihatnya, kesannya rumah saya banget,” papar Maya ramah.

Sehat dan Estetis
Meski harus menunggu pembangunan rumah selama tujuh bulan, Maya mengaku puas dengan rumah yang ia tinggali ini. Apalagi, kebetulan pemiliknya terdahulu adalah seorang arsitek yang memungkinkan Maya banyak berkonsultasi dengannya.

“Sejak awal jendela dan pintu rumah ini besar-besar. Pas sekali, saya suka jendela besar karena jadi bisa menghirup udara segar di pagi hari.”

Sosok yang memerhatikan sisi keindahan dan kesehatan hunian ini pun menyimpan barisan tanaman hidroponik berupa bayam dan kangkung di halaman depan rumahnya. “Saya suka makanan sehat. Apalagi kalau ingat mama dan kakak meninggal karena kanker. Jadi, saya sangat memerhatikan masalah kesehatan. Sekarang ini, kalau mau makan salad , saya tinggal ambil di halaman,” tutur Maya.

Padu-Padan Eklektik
Aksen klasik di rumah bergaya modern kemudian menciptakan rumah yang kental dengan nuansa eklektik.

Saathendak memasuki hunian, terlihat pintu rumah menjulang setinggi 3 meter yang sangat mencuri perhatian. Maya pun menyampaikan cerita unik di balik penggunaan pintu tersebut. “Untuk pintu saja, saya menunggu 7 bulan, lo. Karena menunggu satu pohon yang benar-benar dibuat menjadi satu pintu. Pintu ini terdiri dari kayu-kayu yang dipasang seperti puzzle . Jadi, kalau salah satunya lepas, harus diperbaiki dengan hati-hati.”

Ia pun menceritakan konsep rumahtropical yang diidamkannya. “Jujur saya kurang cocok dengan gaya minimalis yang terkesan terkotak-kotak. Saya lebih suka yang banyak lengkung. Konsep tropis kemudian saya kawinkan dengan gaya modern klasik. Jadilah rumah ini bergaya ekletik,” urainya.

Terpenting, lanjut Maya setiap orang yang masuk ke rumahnya harus senang dan nyaman. “Rumah juga harus terbuka dan hangat, tidak terasa dingin atau kaku. Walaupun modelnya klasik tapi saya tak mau rumah ini terkesan sombong.”

Dominasi warna coklat yang ditunjang warna-warna alam lainnya, dipilih karena memberikan keteduhan. Mengambil tema klasik untuk ruang tamu dan ruang keluarga, Maya mengisinya dengan lemari, lampu, bantal, dan aksesori lainnya yang mayoritas berwarna coklat.

“Saya tak punya patokan barang harus beli di mana atau harus merek apa. Pokoknya, saat ketemu barang yang cocok dengan ruangan, ya saya beli. Kebanyakan memang warna coklat karena menurut saya terkesanlow profile . Ibaratnya kembali ke alam.”

Sementara itu, dapur yang merupakan lokasi favorit bagi wanita yang suka memasak ini, didominasi warna putih. “Sengaja memakai warna terang agar cepat kelihatan saat ada kotor. Jadi, kan, lebih mudah dibersihkan. Kalau dapurnya warna gelap, kan, jadi sulit melihat kotoran atau makanan yang tercecer.”

Dapur modern pun berpadu selaras dengan meja makan coklat bernuansa klasik. Sehingga, gaya klasik,tropical , sekaliguscountry , berpadu apik dan rapi di area ini. Keunikan lain adalah bagian langit-langit meja makan yang tidak memakai eternit putih, melainkan plafon kotak-kotak dari kayu. “Perpaduan gaya membuat area ini bernuansa eklektik terdapat di ruangan ini.”

Rumah Harus “Hidup”
Keramahan Maya dan Reza pun nampak ketika menerima kehadiran teman-teman dari putra mereka, Muhammad Khalifah. Keduanya tak masalah jika teman-temannya main atau malah menginap di rumahnya. “Pokoknya, kalau akhir pekan, rumah ini ramai dengan suara anak-anak. Kamar Khalifah sebagai basecamp- nya. Kami tidak takut kalau rumah jadi berantakan karena rumah itu harus hidup.”

Sementara anak-anak bermain di kamar atau berenang, Maya akan membuatkan masakan kegemaran Khalifah dan teman-temannya. Meski sering dijadikan basecamp , namun kamar anak yang cukup luas ini tertata dengan rapi dan bersih.

“Kebersihan di kamar Khalifah menjadi tanggung jawabnya. Saya sesekali membantu membereskan, tapi Khalifah sudah memiliki tanggung jawab terhadap kamar sendiri.”(tabloid nova)

Desain-RUMAH-2013-DESAIN-Rumah-Mewah-Desain-TERAS-Rumah-spesialisdesainrumah.blogspot.com-081-23-2626-994-17.jpg?fit=640%2C480&ssl=1

Rumah Mungil Untuk Tempat Usaha

January 13, 2015by Tata Griya InteriorTips Interior0

Membuka usaha sendiri di rumah, tentu tak akan ada yang melarang. Namun, agar usaha tetap berjalan, dan suasana rumah tetap terjaga, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pada umumnya, galeri atau toko yang menjual produk pernak pernik, akan tampak seperti ruangan yang memajang segala barang. Namun, lain halnya dengan rumah yang terletak di kawasan Kemang milik Diana Dewi. Diana lebih senang menyebut rumah mungil, yang dijadikannya tempat usaha, ini sebagai Warung Desain Kagelupe.

Suasana hommy, langsung menyeruak ketika baru saja membuka pintu masuk Kagelupe. Apalagi, di salah satu sudut ruang terdapat tempat tidur, lengkap dengan selimut terang warna terang. Di sebelah kirinya, ada pajangan besar sebagai tempat penyimpanan berbagai produk pernak-pernik yang menjadi barang jualan.

Dagangan Diana tak hanya pernak-pernik unik seperti kaos dan album foto berhias patchwork saja. Ia juga menjual berbagai perlengkapan tempat tidur dan sarung bantal.

Uniknya lagi, agar pembeli merasa seperti sedang bertamu daripada sedang berbelanja di sebuah toko, Diana menyediakan sofa putih empuk. Para pembeli bisa duduk santai sambil memilih produk yang diminatinya. Diana pun tak lupa menyediakan meja bundar untuk makan siang. Suasana Kagelupe benar-benar nyaman, seperti di rumah sendiri.

Luas bangunan berlantai dua sebenarnya hanya 68 m2. Namun, dengan penataan yang tepat membuat rumah ini tampak lebih luas. Tak mengherankan, karena Diana seorang desain interior, yang mendesain sendiri konsep Warung Desain Kagelupe.

Penataan di lantai atas juga sangat artistik. Ruang ini dipakai sebagai ruang kerja para desainer interior, yang juga teman-temannya. Bahkan, pantry yang berada di ujung meja kerja para desainer pun terlihat sangat nyeni, dengan nuansa merah menyala.

IKUTI TREN WARNA

“Kagelupe dibuat sebagai rumah contoh, lengkap dengan desain interiornya, bagi para pengunjung. Biasanya memang ada yang minta dibuatkan barang-barang seperti yang ada di sini. Misalnya, ingin model tempat tidur seperti di sini, dengan tambahan detail tertentu,” jelas Ayi, Store Manager Kagelupe.

Desain Kagelupe, lanjut Ayi, sengaja dibuat layaknya rumah. Ada ruang tamu, ruang tidur, ruang makan, ruang kerja, dan pantry. “Ketika masuk, suasananya akan langsung terasa lebih santai, enggak sekaku seperti toko biasanya. Kami memang ingin membuat yang beda, apalagi di Kemang banyak toko atau galeri. Nama Kagelupe pun bikin orang penasaran dan mau tahu seperti apa isi tokonya,” ungkap Ayi.

Agar tak bosan, desain interior Kagelupe pun selalu berganti, meski tak ada waktu khusus. Namun, ujar Ayi, paling tidak setahun sekali Kagelupe berganti rupa. Awalnya, lanjut Ayi, interior Kagelupe memakai nuansa cokelat agar terkesan natural. Di lain waktu, tangganya berubah warna, dari merah menjadi perak.

“Pokoknya, mengikuti tren warna saja. Agar tidak monoton, memang harus kreatif mengganti warna dan interiornya,” tutur Ayi lagi. Namun, satu hal yang masih dipertahankan sampai saat ini di Kagelupe adalah unsur kayu, untuk menonjolkan kesan alami dan natural.

Agar pembeli juga tak bosan datang, Kagelupe pun tak segan mengganti display barang-barang. “Ide-ide harus terus digali dan kreatif agar berbeda dari yang lain. Begitu juga dengan barang-barang yang dijual, harus mengikuti tren dan lebih variatif,” saran Ayi.

Jika harus mengganti barang atau warna cat dinding, tentu membutuhkan biaya besar. Menurut Ayi, ada cara lain yang dapat dilakukan untuk tetap kreatif dan inovatif. Cobalah mengubah salah satu sudut ruang. Misalnya, memindahkan posisi vas bunga, atau mengganti selimut tempat tidur dengan warna berbeda. Sehingga, “Kesan lain akan tetap tercipta, meski dari sudut yang sama.”(tabloid nova)

ruangkerja-propertykita1.jpg?fit=634%2C432&ssl=1

Tips Agar Nyaman Bekerja Di Rumah

January 11, 2015by Tata Griya InteriorTips Interior0

Rumah mungil juga bisa, kok, punya ruang kerja. Yang penting, optimalkan ruangan yang ada, serta gunakan warna-warna yang cocok agar ide kreatif lancar mengalir.

Memiliki ruang kerja sendiri di rumah memang ideal. Tapi lahan yang terbatas kerap menjadi kendala. Hal ini bisa lo disiasati dengan memaksimalkan ruangan dan perabot yang ada, dan voila ruang kerja mungil yang cantik ada di hadapan Anda.

Sebelum membangun ruang kerja, tentukan dulu makna sebuah ruang kerja bagi Anda, karena ruang kerja harus memenuhi kebutuhan pemilik rumah. “Tentu saja pemilik rumah memiliki kegiatan berbeda-beda. Ada yang cuma butuh laptop saja untuk kerja, tapi ada juga yang perlu peralatan lebih banyak,” papar Ir. San Judi Roseno.

Ruang kerja yang bagus bisa menjembatani semua kegiatan si pemilik dan beraktivitas di sana. “Kalau hanya memerlukan laptop, misalnya, itu kan berarti memakai meja kecil saja sudah cukup,” ulas arsitek yang akrab dipanggil Isaaq ini.

Isaaq mencontohkan ruang kerja sebuah rumah di bilangan Depok ini. “Luas ruangan hanya 2×1,8 meter tapi bisa jadi ruang kerja. Si pemilik yang berkecimpung di dunia pemasaran adalah penggemar olahraga golf yang butuh ruang untuk menyimpan peralatan golf. “Agar pas, saya buatkan meja dan lemari gantung sebagai tempat menyimpan buku dan berkas. Di bawahnya ada lemari menyimpan stik golf,” jelas Isaaq tentang ruang kerja bernuansa abu-abu muda dengan aksen warna merah pada salah satu lemari.

Optimalkan Matahari

Lain lagi dengan ruang kerja di perumahan De Latinos BSD, Tangerang, yang bersatu dengan ruang tidur ini. “Pemilik rumah sangat sibuk, dan butuh ruang penyimpanan barang. Saya sarankan manfaatkan nakas di sebelah kiri tempat tidur sebagai meja rias, sedangkan bagian kanan dimanfaatkan sebagai meja kerja. Jadi, dalam satu ruangan banyak kegiatan yang bisa dilakukan.”

Di atas meja, diberi 3 ambalan untuk menyimpan buku atau berkas. “Tanpa harus mengorbankan ruangan lain terciptalah ruang kerja yang mungil. Simpel dan praktis. Diterapkan sebagai meja belajar anak pun bisa, kok. Paling yang berubah hanya tempat tidur saja.”

Unsur penerangan pun harus dipertimbangkan. Letakkan meja di dekat jendela, agar pada siang hari tidak butuh lampu untuk penerangan karena bisa memanfaatkan sinar matahari. Dinding dicat hijau sebagai background tempat tidur, dengan penetraliris warna putih di sebelah kanan dinding.”

Memanfaatkan sinar matahari juga dilakukan oleh Dedy untuk kamar kerjanya di Graha Hijau. Di sebelah ruang kerja adalah ruang menonton teve dan kamar tidur sang pemilik rumah. Ruang ini menghadap ke jendela luar hingga sinar terang bisa masuk ke ruangan ini.

Kesan setengah formal memang sengaja diciptakannya. “Warnanya dipilih tidak terlalu cokelat. Meja pun berbentuk elips, supaya unik. Rak di belakang meja dibuat terbuka agar gampang mencari buku-buku,” ujar Dedy yang juga mengoptimalkan cahaya matahari di siang hari.

Pengaruh Warna
1. Jangan paksakan ruang sempit jadi ruang kerja.
2. Prioritaskan ruangan yang paling diperlukan saat membangun. Kalau tidak terlalu butuh, lupakan membangun ruang kerja.
3. Hindari memakai cat terlalu terang karena terasa panas. Pakailah warna abu-abu, natural, krem, putih yang bisa membantu merefleksikan sinar matahari agar ruangan lebih terang.
4. Warna sangat memengaruhi mood kerja jadi harus membuat nyaman pemakainya.
5. Gunakan lampu meja atau standing lamp.

p_doctor-wallpaper_1711290c1.jpg?fit=460%2C288&ssl=1

Tips Mempercantik Dinding

January 10, 2015by Tata Griya InteriorTips Interior0

makaian wallpaper bukan melulu untuk urusan estetika. Kertas dinding ini punya kelebihan yang tak dimiliki cat tembok. Untuk pemasangan, serahkan pada ahlinya agar kertas dinding awet hingga bertahun-tahun. Selain itu, pilih yang terbebas dari racun.

Banyak alasan orang untuk melapisi dinding rumahnya dengan kertas pelapis dinding alias wallpaper. Salah satunya, untuk mendapatkan kesan dinding yang lebih ekspresif. Corak, motif, dan warna wallpaper sangat beragam sehingga membuat dinding terlihat lebih hidup.

Sama halnya dengan dunia mode, wallpaper pun mengenal tren yang disesuaikan dengan gaya rumah. Untuk rumah klasik, misalnya, bisa dipilih motif Victorian seperti bunga-bunga. Sebaliknya, untuk rumah minimalis, pilihan yang pas adalah warna gelap seperti abu-abu. Sementara jika rumah Anda bergaya Oriental, warna yang bernuansa gold merupakan pilihan jitu. “Wallpaper dengan gaya Oriental sekarang sedang menjadi pilihan nomor satu,” ungkap Harijadi A. Yosdhi, Managing Director PT. Aneka Papera Indah.

Mahalkah memasang wallpaper? Dulu memang harganya lumayan tinggi, tetapi sekarang di pasaran banyak dijual wallpaper dengan harga yang lebih murah. Harijadi pun menegaskan, salah kalau orang berangapan memasang wallpaper lebih mahal dibandingkan memakai cat biasa. Kata Harijadi, ketahanan wallpaper bisa sampai 10 bahkan 15 tahun. “Paling banter 8 tahun, deh. Sementara cat hanya tahan 2 tahun. Kalau mau dicat ulang harus dikerok atau diamplas dulu. Biaya yang dikeluarkan jadi lebih besar.Belum lagi ruangan jadi kotor dan berdebu. Sementara wallpaper, dalam sehari sudah bisa dipasang dan tidak berbau.”

Dari segi harga, harga wallpaper yang paling murah sekitar Rp 12 ribu/meter hingga ratusan ribu rupiah. Meski sepintas terlihat mahal sehingga perlu menguras kocek lebih dalam, kertas pelapis dinding juga punya fungsi lain, yaitu menutupi retak-retak rambut di dinding, yang tidak bisa dilakukan oleh cat dinding biasa. Selain itu, kertas ini juga bisa dipakai untuk menutupi dinding yang tidak rata pengerjaannya.

SYARAT KHUS

Satu hal yang perlu diwaspadai saat memilih wallpaper adalah soal kandungan bahan berbahayanya. “Pilih yang pencair tinta atau lapisannya berbahan dasar waterbase. Jadi, meskipun dipasang di kamar anak-anak, tidak berbahaya dan aman dipegang,” saran Harijadi.

Agar mendapat hasil terbaik, ia juga menyarankan, jangan langsung memutuskan membeli wallpaper di satu tempat. “Bandingkan dengan wallpaper lain di beberapa tempat atau lihat di beberapa situs internet.”

Ada syarat tertentu saat menempel wallpaper. “Kalau dinding baru, biarkan keringatan dulu (atau berembun). Biasanya dinding baru disiram air beberapa kali agar berembun. Selain hasilnya bagus, juga untuk meminimalis retak rambut. Untuk dinding yang kering dan rata tak perlu diplamir dulu, kecuali wallpaper produk China, dindingnya harus diplamir dulu.”

Perhatikan dengan seksama pola/motuf wallpaper yang akan dipasang. “Kalau tukang, sih, sudah biasa memasang. Sebaiknya memang memakai tukang agar hasilnya optimal supaya tidak menggelembung atau garis pemisahnya tidak kelihatan. Salah memasang malah menambah biaya lagi.” Soal perawatan? “Cukup bersihkan dengan lap basah jika berdebu,” kata Harijadi.

Tergantung Pemasangan
1. Sebelum membeli wallpaper, siaplah menerima konsekuensi pemakaian untuk jangka panjang.
2. Untuk ruangan kecil, sebaiknya pilih wallpaper dengan garis horisontal agar ruangan terlihat besar. Jangan terlalu banyak motif karena terkesan ramai dan menambah sempit.
3. Kalaupun ingin bermotif, pakai yang jaraknya jarang-jarang atau hanya di satu dinding saja. Misalnya, di bagian kepala tempat tidur.
4. Wallpaper yang tahan lama sangat tergantung pemasangan. Jangan sampai terkena rembesan/bocoran air karena lama-lama bisa mengelupas.
5. Cocokkan dengan furnitur.(tabloid nova)

abunga.jpg?fit=600%2C380&ssl=1

Interior Bunga

January 7, 2015by Tata Griya InteriorTips Interior0

Motif bunga, banyak dipakai untuk menghias ruang bernuansa klasik atau berkonsep American interior. Tak heran jika penggunaan pernak-pernik interior bermotif bunga harus sesuai dan menyatu dengan tema atau konsep desain ruang.

Seperti yang diutarakan Anies Alkuratu Aini, S.sn.HDII, konsultan desain interior dari PT. Att Design, “Pernak-pernik bermotif pada pada ruang bernuansa klasik haruslah senada atau selaras, baik pola, bentuk, warna, material, dan lainnya.”Satu hal yang juga penting diperhatikan adalah cara meletakkan interior bermotif bunga-bungaan tadi. Jangan sampai, lanjut Anis, terlalu banyak jenis motif bunga yang dicampurkan, yang akan membuat ruang tampak ramai dan tidak selaras lagi.

“Ruang akan tampak elegan saat tema bunga dijadikan sebagai aksen di salah satu sudut ruang saja dan tidak mendominasi. Motif bunga justru akan menarik dan menonjol saat dipadukan dengan material atau elemen interior lain yang lebih netral. Misalnya, pada dinding yang polos atau bentuk furnitur minimalis dan lebih modern.”

Keseimbangan Ruang

Motif bunga sebetulnya cocok digunakan pada ruangan mana saja, baik yang luas maupun kecil. Jika motif bunga yang dipilih cukup besar, hendaknya diletakkan pada ruang atau sudut yang cukup luas. Sebaliknya, motif pola bunga kecil-kecil akan lebih leluasa dalam penempatannya.

“Efek warna tema kembang juga harus diperhatikan agar tampilan interiornya lebih selaras. Sebaiknya, pemilik rumah pandai me-mix and match warna dan motif.” Sehingga, menjadi penting memperhatikan unsur komposisi bentuk dan kedinamisannya dengan elemen interior yang lain. Tak ada yang melarang motif bunga dipadukan dengan unsur garis-garis, misalnya. Asalkan, tetap terjaga keseimbangan isi ruangannya.

Apalagi, interior dengan tema bunga-bungaan dapat membangkitkan kesan natural di dalam rumah. Selain identik dengan simbol cinta, cantik, dan wangi, bunga juga mendekatkan penghuni rumah dengan unsur alam. Tak salah jika ruangan dengan interior motif bunga akan membuat mood sang pemiliknya selalu bagus dan nyaman saat berlama-lama berada di dalamnya.(tabloid nova)

manfaat-ruang-area-tangga-rumah-0.jpg?fit=634%2C496&ssl=1

Memanfaatkan Ruang Kosong Bawah Tangga

January 5, 2015by Tata Griya InteriorTips Interior0

 Rumah berlantai dua pasti memiliki ruangan kosong di bawah tangga. Sayangnya, kadang ruangan tersebut seringnya tak dimanfaatkan dengan baik. Ujung-ujungnya ruangan tersebut malah dipakai untuk menyembunyikannya kardus, tas, koper kosong, sepatu, mainan atau benda lain yang tak terpakai.

Sudah waktunya memanfaatkan ruangan tersebut dengan fungsi baru, misalnya ruang kerja tempat Anda mengerjakan pekerjaan kantor atau urusan bisnis. Atau mungkin sebagai tempat meletakkan foto-foto yang mungkin sebelumnya tergeletak begitu saja.

Berikut yang bisa Anda lakukan, tapi bukan berarti Anda harus benar-benar menirunya. Jika tak ada barangnya, Anda bisa, kok, menggantinya dengan benda lain. Tentukan dulu tema warna yang Anda inginkan. Kali ini warna hitam, putih, dan perak menjadi paduan yang indah dan cantik.

Tempat penyimpanan cantik ini bisa Anda buat dengan mudah.

1.Gunakan kotak hias yang tertutup sebagai tempat menyimpan alat-alat tulis atau alat elektronik agar terlihat rapi.

2.Pilih lemari yang memiliki laci-laci, gunanya untuk menyimpan kertas, berkas, atau map penting lainnya.

3.Seadikan bantal-bantal atau tempat tidur lipat yang bisa Anda gunakan untuk istirahat atau sekadar duduk santai. Bantal-bantal segiempat yang disusun rapi bisa menjadi alas untuk duduk.

4.Lemari yang memiliki meja tentunya akan lebih memudahkan untuk menulis atau bekerja. Apalagi jika meja tersebut bisa dilipat, ketika sedang tak dipakai tinggal dilipat saja. Lebih praktis dan rapi, kan.

5.Pemilihan kursi atau kursi lipat tentu akan lebih praktis. Saat kursi dilipat, Anda tinggal menggelar tempat tidur lipat atau menyusun bantal-bantal. Menggunakan kursi yang beroda tentunya sangat membantu dan lebih cepat saat akan dipindahkan.(tabloid nova)

About us

logo-tata-griya2

Tata Griya Kontraktor Interior Melayani Perumahan, Perkantoran, dan Apartemen di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo