Tag: cara menata rumah

Cara-Membagi-Ruangan-Tanpa-Menggunakan-Sekat.jpg?fit=480%2C320&ssl=1

Rumah Terlihat Luas Tanpa Sekat

December 31, 2014by Tata Griya InteriorTips Interior0

Menata rumah mungil memang butuh kreativitas tersendiri. Tengok rumah seluas 116 m2 milik pasangan Giffy Pardede dan Mega Adella Lohanda. Penataan Mega dan Giffy membuat rumah yang dibeli pada tahun 2010 ini berkesan lega, bersih, dan rapi.

Kesan tersebut terpatri jelas sejak memasuki bagian dalam rumah. Ruang tamu berisi sebuah bourgie lamp dan dua kursi accupunto yang menarik perhatian. Kursi ini bisa menyesuaikan bentuk tubuh orang saat duduk di atasnya. Dari ruang ini, sudah terlihat ruang makan di sudut lain hunian. Agar lebih nyaman, Mega menghilangkan sekat yang awalnya membagi ruangan satu dan lainnya.

Saat membuat ruang tamu yang tak terlalu lapang, Mega memiliki pertimbangan sendiri. “Rumah-rumah zaman sekarang, kan, tamunya tidak duduk di ruang tamu. Melainkan langsung duduk di ruang dalam agar lebih akrab. Makanya tamu-tamu saya pun kumpul di ruang keluarga yang lebih luas,” papar Mega saat ditemui di rumahnya daerah Cipete Utara, Jakarta Selatan.

Pembangunan lantai satu yang baru berjalan setengah jalan sempat dirombaknya. “Posisi meja makan jadi berada di bagian depan sehingga saat makan bisa melihat pemandangan di luar,” lanjutnya. Di sebelah meja makan, ada dapur yang berisi kitchen set berwarna coklat. Mega pun memberikan sedikit rombakan di bagian dapur agar aktivitas memasaknya lebih leluasa.

Beralih ke sebelah dapur, ada meja kecil tempat menyimpan buku-buku milik putri pasangan ini. Disambung dengan ruang keluarga yang juga terlihat leluasa tanpa sekat di sebelahnya. “Biasanya kalau ada acara doa, di ruangan ini bisa kumpul banyak orang. Selain itu, sebagai tempat bermain putri saya. Saya letakkan karpet biar lebih aman dan nyaman.”

Semula, di lantai bawah ada garasi dan kamar tidur. Namun Mega kurang menyukai letaknya karena membuat rumah terlihat sempit dan bersekat. Menurutnya, posisi dapur juga tadinya sangat kecil berada di belakang garasi.

Ketika ditanyakan konsep apa yang dipakai di rumah ini, Mega mengaku bahwa tak ada konsep khusus ketika mendandani rumah. “Istilahnya, konsep gado-gado, deh. Yang jelas saya tak suka sekat di rumah, agar ruangan terlihat lebih lega . Apalagi rumahnya, kan, tidak terlalu luas,” tutur Mega.(tabloid nova)

Incoming search terms:

rumah tanpa sekat,desain rumah tanpa sekat
Beautiful-living-room-design-with-skylights-incorporated1.jpg?fit=600%2C424&ssl=1

Pencahayaan Rumah Dengan Skylight

December 29, 2014by Tata Griya InteriorTips Interior0

Cuaca siang itu terik. Namun, suasana berbeda terasa di kediaman keluarga Gultom di bilangan Ciledug, Tangerang. Udara dengan sangat leluasa masuk ke dalam rumah, begitu pun cahaya matahari yang melimpah menyelimuti bagian dalam rumah. Meski tanpa nyala pengatur udara (air conditioning ), tak ada rasa panas yang menyengat.

“Dulu, sebelum direnovasi, rumah ini agak gelap. Pencahayaan dan sirkulasi udaranya kurang,” tutur Sang Empunya rumah, Ny. Gultom (52).

Setelah ketiga putra-putrinya beranjak dewasa, pasangan Gultom pun berniat merenovasi rumah tersebut. “Pengin suasana baru. Apalagi bapak sudah mau pensiun. Kami pengin punya rumah penuh cahaya dan memiliki sirkulasi udara yang baik,” lanjutnya. Sang Suami memang lebih sering berada di luar kota untuk urusan pekerjaaan dan hanya pulang ke Ciledug setiap akhir pekan.

Menurut Rabani Kusuma Putra, arsitek sekaligus Principal Architect (owner ) dari Atelier Iron, “Selain cahaya dan sirkulasi udara yang baik, pemilik juga menginginkan rumah nyaman untuk menghabiskan masa pensiun.”

Oleh Iron, panggilan akrab Rabani, konsep rumah pun diubah menjadi modern tropis dengan sentuhan tradisional pada beberapa elemen. “Bagaimanapun, rumah ini milik orangtua, jadi saya harus mempertimbangkan itu,” jelasnya.

   

Skylight Menawan
Rumah ini banyak memiliki skylight atau pencahayaan alami, baik di lantai bawah maupun lantai 2. Yang paling menonjol adalah atap ruang makan dan atap tangga. Seluruh atap di atas ruang makan, menggunakan material kaca laminated yang mampu menyerap panas tanpa mengurangi intensitas cahaya yang masuk. Tak heran jika Gultom menjadikan area ini sebagai area favorit setiap kali pulang di akhir pekan dari tugas luar kotanya.

“Biasanya bapak suka berlama-lama di sini, duduk sendiri. Melalui skylight , bapak bisa menikmati bulan dan bintang di malam hari dan air hujan yang jatuh menimpa skylight ,” ujar Ny. Gultom yang mengaku teredukasi dari Sang Arsitek bahwa konsep rumah secara keseluruhan harus menyatu. “Mulai bentuk rumah sampai ke perabotan harus nyambung . Rumah yang dulu, kan, asal-asalan. Tidak ada temanya,” katanya sambil tertawa ringan.

Warna oranye dipilih sebagai warna pagar rumah karena pendekatannya memang natural. Menggunakan material i-brick yang dicat oranye, pagar rumah dibuat simpel tapi menarik.

“Selain untuk fungsi keamanan, pagar rumah juga dibuat berongga agar tidak terlalu masif,” lanjut arsitek lulusan Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang hobi menggebuk drum ini. “Pagar yang berongga juga membuat saya tetap terhubung dengan dunia luar,” timpal Ny. Gultom.(tabloid nova)

About us

logo-tata-griya2

Tata Griya Kontraktor Interior Melayani Perumahan, Perkantoran, dan Apartemen di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo