Tag: dekorasi rumah

ati.jpg?fit=594%2C443&ssl=1

Tips Memilih Tirai

January 18, 2015by Tata Griya InteriorTips Interior0

  Sebagai salah satu eleman dekorasi, tirai memegang peran penting. Nah, itu sebabnya pentingnya memilih tirai mulai dari jenis kain, warna, hingga pemasangannya. Jangan sampai pemasangan tirai justru merusak dekorasi secara keseluruhan atau fungsi gorden atau tirai ini tidak maksimal.

Memilih materi kain bagian penting. Menurut desainer Suysel DePedro Cunningham dari Tilton Fenwick, sebuah kantor jasa desain interior menyebutkan bahwa pemilihan materi kain penting karena terkait fungsi dan ketahanan. Jika bahan terlalu tebal dan berat, kata Suysel DePedro kemungkinan jatuhnya tidak sempurna jika bagian atas dibuat berlipat model acordion.

Linen, sutra, sutra imitasi, dan beludru adalah pilihan terbaik. “Jatuhnya lebih sempurna dibanding bahan lainnya, ” kata Alice Guercio, wakil presiden pengembangan produk di Kravet, sebuah pabrikan untuk kain gorden dan furniture lainnya. Sutra, tambah Guercio cenderung paling kuat dan tahan lama.

Lalu bagaimana soal pemilihan warna? Bila ruangan itu banyak mendapat sinar matahari, maka hindari gorden warna-warna cerah karena akan cepat memudar. Tapi menurut Guercio, banyak konsumen yang enggak peduli dengan cepatnya memudar gorden ini demi memilih warna cerah agar serasi dengan desain ruangannya.

Banyak desainer menyarankan agar memilih warna-warna netral agar gampang berbaur ke dalam dekorasi ruangan.

Selain sebagai penutup, gorden juga bisa menahan udara dingin atau panas matahari, khususnya di wilayah yang mempunyai empat musim. Banyak hotel menggunakan suede, beludru atau wol yang bisa membantu memblokir cahaya dan menjaga panas.

Bagaimana memasang hanging? Memasang hanging lebih tinggi dari jendela akan memberikan kesan kamar lebih tinggi. Untuk memberi kesan klasik, panjang gorden sedikit menyentuh lantai.

 

Sementara untuk lebar gorden, Anda pastikan untuk menambahkan kira-kira 10 – 20 cm. “Maka ketika akan membuka jendela maka tirai bisa terlipat di sisi dan tidak mengganggu bukaan jendela.”(tabloid nova)

nuansa-klasik.jpg?fit=640%2C430&ssl=1

Nuansa Klasik Dalam Rumah Yang Bergaya Modern

January 16, 2015by Tata Griya InteriorTips Interior0

Pepatah yang mengatakan bahwa rumah itu ibarat jodoh, mungkin memang benar adanya. Setidaknya, itulah yang dialami Maya Miranda Ambarsari, S.H., dan Sang Suami, Ir. Andreas Reza. Saat sedang mengitari perumahan di kawasan Jakarta Selatan, ibu satu anak ini menemukan rumah yang posisinya berada di pojok.

“Waktu itu rumahnya memang masih dibangun, baru jadi setengahnya. Tapi, saya langsung tertarik karena sudah lama ingin punya rumah di pojok. Apalagi, waktu pertama kali melihatnya, kesannya rumah saya banget,” papar Maya ramah.

Sehat dan Estetis
Meski harus menunggu pembangunan rumah selama tujuh bulan, Maya mengaku puas dengan rumah yang ia tinggali ini. Apalagi, kebetulan pemiliknya terdahulu adalah seorang arsitek yang memungkinkan Maya banyak berkonsultasi dengannya.

“Sejak awal jendela dan pintu rumah ini besar-besar. Pas sekali, saya suka jendela besar karena jadi bisa menghirup udara segar di pagi hari.”

Sosok yang memerhatikan sisi keindahan dan kesehatan hunian ini pun menyimpan barisan tanaman hidroponik berupa bayam dan kangkung di halaman depan rumahnya. “Saya suka makanan sehat. Apalagi kalau ingat mama dan kakak meninggal karena kanker. Jadi, saya sangat memerhatikan masalah kesehatan. Sekarang ini, kalau mau makan salad , saya tinggal ambil di halaman,” tutur Maya.

Padu-Padan Eklektik
Aksen klasik di rumah bergaya modern kemudian menciptakan rumah yang kental dengan nuansa eklektik.

Saathendak memasuki hunian, terlihat pintu rumah menjulang setinggi 3 meter yang sangat mencuri perhatian. Maya pun menyampaikan cerita unik di balik penggunaan pintu tersebut. “Untuk pintu saja, saya menunggu 7 bulan, lo. Karena menunggu satu pohon yang benar-benar dibuat menjadi satu pintu. Pintu ini terdiri dari kayu-kayu yang dipasang seperti puzzle . Jadi, kalau salah satunya lepas, harus diperbaiki dengan hati-hati.”

Ia pun menceritakan konsep rumahtropical yang diidamkannya. “Jujur saya kurang cocok dengan gaya minimalis yang terkesan terkotak-kotak. Saya lebih suka yang banyak lengkung. Konsep tropis kemudian saya kawinkan dengan gaya modern klasik. Jadilah rumah ini bergaya ekletik,” urainya.

Terpenting, lanjut Maya setiap orang yang masuk ke rumahnya harus senang dan nyaman. “Rumah juga harus terbuka dan hangat, tidak terasa dingin atau kaku. Walaupun modelnya klasik tapi saya tak mau rumah ini terkesan sombong.”

Dominasi warna coklat yang ditunjang warna-warna alam lainnya, dipilih karena memberikan keteduhan. Mengambil tema klasik untuk ruang tamu dan ruang keluarga, Maya mengisinya dengan lemari, lampu, bantal, dan aksesori lainnya yang mayoritas berwarna coklat.

“Saya tak punya patokan barang harus beli di mana atau harus merek apa. Pokoknya, saat ketemu barang yang cocok dengan ruangan, ya saya beli. Kebanyakan memang warna coklat karena menurut saya terkesanlow profile . Ibaratnya kembali ke alam.”

Sementara itu, dapur yang merupakan lokasi favorit bagi wanita yang suka memasak ini, didominasi warna putih. “Sengaja memakai warna terang agar cepat kelihatan saat ada kotor. Jadi, kan, lebih mudah dibersihkan. Kalau dapurnya warna gelap, kan, jadi sulit melihat kotoran atau makanan yang tercecer.”

Dapur modern pun berpadu selaras dengan meja makan coklat bernuansa klasik. Sehingga, gaya klasik,tropical , sekaliguscountry , berpadu apik dan rapi di area ini. Keunikan lain adalah bagian langit-langit meja makan yang tidak memakai eternit putih, melainkan plafon kotak-kotak dari kayu. “Perpaduan gaya membuat area ini bernuansa eklektik terdapat di ruangan ini.”

Rumah Harus “Hidup”
Keramahan Maya dan Reza pun nampak ketika menerima kehadiran teman-teman dari putra mereka, Muhammad Khalifah. Keduanya tak masalah jika teman-temannya main atau malah menginap di rumahnya. “Pokoknya, kalau akhir pekan, rumah ini ramai dengan suara anak-anak. Kamar Khalifah sebagai basecamp- nya. Kami tidak takut kalau rumah jadi berantakan karena rumah itu harus hidup.”

Sementara anak-anak bermain di kamar atau berenang, Maya akan membuatkan masakan kegemaran Khalifah dan teman-temannya. Meski sering dijadikan basecamp , namun kamar anak yang cukup luas ini tertata dengan rapi dan bersih.

“Kebersihan di kamar Khalifah menjadi tanggung jawabnya. Saya sesekali membantu membereskan, tapi Khalifah sudah memiliki tanggung jawab terhadap kamar sendiri.”(tabloid nova)

p_doctor-wallpaper_1711290c1.jpg?fit=460%2C288&ssl=1

Tips Mempercantik Dinding

January 10, 2015by Tata Griya InteriorTips Interior0

makaian wallpaper bukan melulu untuk urusan estetika. Kertas dinding ini punya kelebihan yang tak dimiliki cat tembok. Untuk pemasangan, serahkan pada ahlinya agar kertas dinding awet hingga bertahun-tahun. Selain itu, pilih yang terbebas dari racun.

Banyak alasan orang untuk melapisi dinding rumahnya dengan kertas pelapis dinding alias wallpaper. Salah satunya, untuk mendapatkan kesan dinding yang lebih ekspresif. Corak, motif, dan warna wallpaper sangat beragam sehingga membuat dinding terlihat lebih hidup.

Sama halnya dengan dunia mode, wallpaper pun mengenal tren yang disesuaikan dengan gaya rumah. Untuk rumah klasik, misalnya, bisa dipilih motif Victorian seperti bunga-bunga. Sebaliknya, untuk rumah minimalis, pilihan yang pas adalah warna gelap seperti abu-abu. Sementara jika rumah Anda bergaya Oriental, warna yang bernuansa gold merupakan pilihan jitu. “Wallpaper dengan gaya Oriental sekarang sedang menjadi pilihan nomor satu,” ungkap Harijadi A. Yosdhi, Managing Director PT. Aneka Papera Indah.

Mahalkah memasang wallpaper? Dulu memang harganya lumayan tinggi, tetapi sekarang di pasaran banyak dijual wallpaper dengan harga yang lebih murah. Harijadi pun menegaskan, salah kalau orang berangapan memasang wallpaper lebih mahal dibandingkan memakai cat biasa. Kata Harijadi, ketahanan wallpaper bisa sampai 10 bahkan 15 tahun. “Paling banter 8 tahun, deh. Sementara cat hanya tahan 2 tahun. Kalau mau dicat ulang harus dikerok atau diamplas dulu. Biaya yang dikeluarkan jadi lebih besar.Belum lagi ruangan jadi kotor dan berdebu. Sementara wallpaper, dalam sehari sudah bisa dipasang dan tidak berbau.”

Dari segi harga, harga wallpaper yang paling murah sekitar Rp 12 ribu/meter hingga ratusan ribu rupiah. Meski sepintas terlihat mahal sehingga perlu menguras kocek lebih dalam, kertas pelapis dinding juga punya fungsi lain, yaitu menutupi retak-retak rambut di dinding, yang tidak bisa dilakukan oleh cat dinding biasa. Selain itu, kertas ini juga bisa dipakai untuk menutupi dinding yang tidak rata pengerjaannya.

SYARAT KHUS

Satu hal yang perlu diwaspadai saat memilih wallpaper adalah soal kandungan bahan berbahayanya. “Pilih yang pencair tinta atau lapisannya berbahan dasar waterbase. Jadi, meskipun dipasang di kamar anak-anak, tidak berbahaya dan aman dipegang,” saran Harijadi.

Agar mendapat hasil terbaik, ia juga menyarankan, jangan langsung memutuskan membeli wallpaper di satu tempat. “Bandingkan dengan wallpaper lain di beberapa tempat atau lihat di beberapa situs internet.”

Ada syarat tertentu saat menempel wallpaper. “Kalau dinding baru, biarkan keringatan dulu (atau berembun). Biasanya dinding baru disiram air beberapa kali agar berembun. Selain hasilnya bagus, juga untuk meminimalis retak rambut. Untuk dinding yang kering dan rata tak perlu diplamir dulu, kecuali wallpaper produk China, dindingnya harus diplamir dulu.”

Perhatikan dengan seksama pola/motuf wallpaper yang akan dipasang. “Kalau tukang, sih, sudah biasa memasang. Sebaiknya memang memakai tukang agar hasilnya optimal supaya tidak menggelembung atau garis pemisahnya tidak kelihatan. Salah memasang malah menambah biaya lagi.” Soal perawatan? “Cukup bersihkan dengan lap basah jika berdebu,” kata Harijadi.

Tergantung Pemasangan
1. Sebelum membeli wallpaper, siaplah menerima konsekuensi pemakaian untuk jangka panjang.
2. Untuk ruangan kecil, sebaiknya pilih wallpaper dengan garis horisontal agar ruangan terlihat besar. Jangan terlalu banyak motif karena terkesan ramai dan menambah sempit.
3. Kalaupun ingin bermotif, pakai yang jaraknya jarang-jarang atau hanya di satu dinding saja. Misalnya, di bagian kepala tempat tidur.
4. Wallpaper yang tahan lama sangat tergantung pemasangan. Jangan sampai terkena rembesan/bocoran air karena lama-lama bisa mengelupas.
5. Cocokkan dengan furnitur.(tabloid nova)

keramik-lantai-granit-01-desainic.jpg?fit=915%2C721&ssl=1

Tips Memilih Keramik

January 8, 2015by Tata Griya InteriorUncategorized0

  Keramik menjadi material yang serba guna. Selain dapat dipergunakan untuk lantai, keramik pun cocok untuk melapis dinding. Seperti apa?

Area basah macam kamar mandi dan dapur memerlukan lapisan dinding yang kuat. Ini disebabkan oleh efek dari aktivitas yang ada di sana. Tanpa pelapis dinding yang tepat, dinding kamar mandi atau dapur dapat berubah lembap, kotor, dan menjadi tidak sehat. Tanpa pelapis yang anti air, dinding dapat lebih cepat rusak. Keramik dapat menjadi solusi tepat.

Mengapa? Keramik punya pori yang kecil karena diproses melalui mesin. Selain kedap air, dia juga memiliki kuat dan tidak mudah tergores.

Bagi Anda yang ingin menambahkan keramik sebagai lapisan dinding dapur ataupun kamar mandi, pilihlah keramik dengan kualitas tinggi. Kecenderungan akan terkena cairan, macam sabun, shampo, ataupun sisa masakan bahkan cipratan minyak goreng, dapat menjadikan keramik cepat kotor. Beberapa jenis keramik kualitas bawah bahkan masih menyisakan pori-pori lembut pada permukaannya. Lewat pori-pori ini kotoran tadi meresap ke bagian dalam keramik. Ini menjadikan keramik sulit dibersihkan dan tak indah lagi.(tabloid nova)

abunga.jpg?fit=600%2C380&ssl=1

Interior Bunga

January 7, 2015by Tata Griya InteriorTips Interior0

Motif bunga, banyak dipakai untuk menghias ruang bernuansa klasik atau berkonsep American interior. Tak heran jika penggunaan pernak-pernik interior bermotif bunga harus sesuai dan menyatu dengan tema atau konsep desain ruang.

Seperti yang diutarakan Anies Alkuratu Aini, S.sn.HDII, konsultan desain interior dari PT. Att Design, “Pernak-pernik bermotif pada pada ruang bernuansa klasik haruslah senada atau selaras, baik pola, bentuk, warna, material, dan lainnya.”Satu hal yang juga penting diperhatikan adalah cara meletakkan interior bermotif bunga-bungaan tadi. Jangan sampai, lanjut Anis, terlalu banyak jenis motif bunga yang dicampurkan, yang akan membuat ruang tampak ramai dan tidak selaras lagi.

“Ruang akan tampak elegan saat tema bunga dijadikan sebagai aksen di salah satu sudut ruang saja dan tidak mendominasi. Motif bunga justru akan menarik dan menonjol saat dipadukan dengan material atau elemen interior lain yang lebih netral. Misalnya, pada dinding yang polos atau bentuk furnitur minimalis dan lebih modern.”

Keseimbangan Ruang

Motif bunga sebetulnya cocok digunakan pada ruangan mana saja, baik yang luas maupun kecil. Jika motif bunga yang dipilih cukup besar, hendaknya diletakkan pada ruang atau sudut yang cukup luas. Sebaliknya, motif pola bunga kecil-kecil akan lebih leluasa dalam penempatannya.

“Efek warna tema kembang juga harus diperhatikan agar tampilan interiornya lebih selaras. Sebaiknya, pemilik rumah pandai me-mix and match warna dan motif.” Sehingga, menjadi penting memperhatikan unsur komposisi bentuk dan kedinamisannya dengan elemen interior yang lain. Tak ada yang melarang motif bunga dipadukan dengan unsur garis-garis, misalnya. Asalkan, tetap terjaga keseimbangan isi ruangannya.

Apalagi, interior dengan tema bunga-bungaan dapat membangkitkan kesan natural di dalam rumah. Selain identik dengan simbol cinta, cantik, dan wangi, bunga juga mendekatkan penghuni rumah dengan unsur alam. Tak salah jika ruangan dengan interior motif bunga akan membuat mood sang pemiliknya selalu bagus dan nyaman saat berlama-lama berada di dalamnya.(tabloid nova)

rt.jpg?fit=231%2C218&ssl=1

Interior Rumah Keset Dan Karpet

January 4, 2015by Tata Griya InteriorTips Interior0

Alas kaki ini biasa disebut keset. Bentuknya lebih kecil dari karpet. Jika karpet biasanya dipakai di ruang tamu, makan, atau sebagai alas tidur, maka keset biasanya digunakan untuk membersihkan kaki setelah keluar dari kamar mandi atau masuk ke sebuah ruangan.

Kita kerap melupakan benda kecil yang terlihat tidak penting ini. Padahal, keset punya fungsi yang tak bisa diremehkan. Katakan saja, untuk membantu agar tak jatuh terpeleset jika ada air di lantai.

Selain fungsi tadi, keset juga bisa dipakai sebagai interior rumah. Sesuaikan motif keset dengan tema utama rumah Anda, agar keset bisa jadi

pemanis ruangan. Untuk kamar anak, misalnya.

Ragam warna dan gambar yang lucu seperti pensil, bola, Princess, atau bunga-bunga sangat pas dipasang di kamar mereka. Sebaliknya, kalau ingin membuat foyer cantik, taruh saja selembar keset bergaya etnik di bawah lemari kecil. Tinggal pasang kaca atau lukisan di atas lemari, maka foyer mungil mun tercipta!

Lain keset, lain juga karpet. Selain lebarnya lebih besar, fungsinya pun lebih beragam. Bisa sebagai alas tidur, duduk, atau bisa dipajang sebagai hiasan dinding.

 

Bahan dasar karpet biasanya serat halus berserabut, bisa serat alami, seperti wol, atau serat sintetis, yang selain bisa menahan dingin juga bersifat meredam suara. Hanya saja kelemahannya karpet mudah sekali terkena debu. Disarankan memakai pendingin ruangan jika ingin memasang karpet.

Sebagai interior rumah, karpet biasanya dipasang di ruang tamu atau keluarga. Bagi rumah minimalis sangat banyak pilihan karpet yang mungil. Tak mesti memasang seluruh ruangan dengan karpet. Cukup dipasang satu buah di bawah kursi. Letakkan meja kecil di atasnya. Tambahkan vas bunga, ruang tamu pun tampil cantik dan indah.(tabloid nova)

1406558620X310.jpg?fit=620%2C310&ssl=1

Dekorasi Dinding Dari Bahan Tak Terpakai

December 27, 2014by Tata Griya InteriorTips Interior0

Anda bisa membuat hiasan dinding atau dekorasi rumah dari barang-barang tak terpakai di rumah. Jadi, tak perlu membeli bingkai dengan harga mahal, atau membeli lukisan dari pelukis terkenal, bukan? Ide berikut bisa Anda kerjakan sendiri:     

1. Clipboard bisa menjadi pilihan jitu. Jejerkan di tembok sesuai selera Anda, lalu pasang foto atau gambar kesayangan Anda. Hiasan tembok tak harus berupa pajangan foto, bisa juga sampul majalah favorit Anda.

2. Punya kain tidak terpakai atau bungkus kado dengan motif cantik? Tinggal Anda potong sesuai bingkainya, lalu pasang. Padukan dengan motif dan warna berbeda namun dengan kombinasi yang cantik.

3. Kamera jadul yang sudah tidak terpakai pun bisa menjadi hiasan yang menarik. Apalagi kalau usianya sudah tua dan memiliki banyak kenangan. Tetap berikan bingkai agar terlihat sempurna. Namun, Anda harus berhati-hati, posisi tustel harus kuat agar tidak jatuh.

4. Benda kesayangan seperti boneka, dompet, piring, kalung, gelang, dan lainnya yang dipigura bisa, lho, jadi hiasan yang menarik. Letakkan di atas meja di ruang keluarga agar tetamu bisa ikut merasakan kenangan tersebut.

5. Gantung foto pernikahan Anda di tembok, pintu atau partisi. Pakai pita sebagai tali penggantungnya agar terlihat cantik. Kesan romantis tercipta di rumah Anda.(tabloid nova)

Incoming search terms:

cara membuat hiasan dinding dari kertas kado,hiasan dinding kamar dari kertas kado,cara membuat hiasan dinding kamar dari kertas kado,cara membuat hiasan kamar dari kertas kado,hiasan dinding kamar dari barang bekas,cara menghias kamar dengan kertas kado,dekorasi dinding kamar tidur sederhana,hiasan dinding dari barang bekas

About us

logo-tata-griya2

Tata Griya Kontraktor Interior Melayani Perumahan, Perkantoran, dan Apartemen di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo