Tempat Tidur Tingkat Untuk Menghemat Ruangan

December 26, 2014by Tata Griya InteriorUncategorized0

Furniture-Ideas-for-Small-Bedrooms-White-and-Red-Theme.jpg?fit=608%2C438&ssl=1
      Ada beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan saat membuat kamar tidur anak.Bukan hanya oprang dewasa anak-anak pun menginginkan tempat tidur impiannya.

“Pertama, dari luas kamar. Kalau luasnya terbatas tapi punya dua anak, berarti bisa diakali dengan tempat tidur bertingkat . Jadi kita manfaatkan bagian vertikal kamar jika bagian horisontalnya tak bisa diakali lagi,” ujar Ir. Alfred Wiran dari I’nA house.

Pertimbangan lain adalah kegiatan apa yang dilakukan di kamar anak, apakah hanya untuk tidur atau sekaligus tempat bermain. “Usia anak juga harus dipertimbangkan untuk mendesain segi keamanannya,” papar Alfred sambil mengatakan pemilihan warna sebaiknya yang netral seperti putih, merah, dan biru. Pasalnya, warna ini lebih aman, tak seperti warna merah muda atau ungu yang lebih khusus untuk anak perempuan.

Tiga Fungsi
Problem yang terjadi saat ini adalah memiliki anak lebih dari satu tapi kamarnya kecil. Jika demikian, ujar Alfred, bisa diakali dengan memakai tempat tidur bertingkat alias bunk bed .

Konseptempat tidur bertingkat ini sebenarnya tak melulu harus dijadikan dua buah ranjang. Jika Anda memiliki lahan yang terbatas namun ingin memberi area bermain untuk buah hati, bisa saja area bawah dimaksimalkan untuk ruang bermain dengan ranjang yang didesain lebih tinggi.

Bagi pemilik kamar yang kecil, memang dibutuhkan kreativitas dalam memanfaatkan ruangan semaksimal mungkin. “Selain dengan pemanfaatan lahan vertikal, bisa juga dilakukan dengan penggunaan laci-laci dan lemari. Bahkan bagian tangga pun bisa dibuat untuk menyimpan berbagai barang milik anak.”

Bunk bed memiliki keunggulan dalam membuat ruang jadi lebih efektif. Sehingga, kamar tidur anak dengan luas terbatas pun bisa sekaligus sebagai area bermain alias playhouse . “Playhouse cukup digemari anak-anak karena fungsinya banyak,” tambahnya.

Sebutlah fungsi sebagai tempat tidur, bermain, sekaligus tempat belajar, bisa diakomodasi dalam satu ruangan yang tak terlalu luas.

Desain seperti ini, tambah Alfred, bahkan bisa dipakai terus sampai anak-anak beranjak remaja. “Maka saat dibuat desainnya, harus diperhitungkan jarak antara lantai dan tempat tidur bagian atas. Itu harus setinggi orang dewasa agar bisa dipakai lebih lama,” kata bapak dua anak ini.

Yang jelas, Alfred menegaskan, kamar anak harus bisa mengakomodasi kebutuhan dan terasa nyaman agar ia betah dan timbul rasa memiliki.

“Ada, kok, anak yang tidak mau tidur di kamar sendiri karena suasananya tidak nyaman. Tapi ada juga anak yang sudah bisa minta kamar sendiri. Jika demikian, maksimalkan agar anak bisa betah di kamarnya.” Rasa memiliki terhadap kamarnya sendiri bisa menjadi ajang belajar tanggung jawab.

Sirkulasi Udara
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah sirkulasi udara di dalam ruangan.

“Adanya jendela di kamar tentu saja akan lebih bagus. Begitu juga dengan pemasangan pendingin ruangan ,baik kipas angin atau AC. Untuk kamar dengan area terbatas, sebaiknya diletakkan di atas pintu. Pasalnya, itu juga memudahkan saat AC akan diservis rutin atau kala rusak.”

Selain itu, penggunaan bahan pun harus dipikirkan dari sisi biayanya. “Gunakan bahan berkualitas dari multipleks dan finishing menggunakan duco . Harganya memang lebih mahal tapi kualitasnya lebih baik, terlebih bila ada kendala banjir. Namun bila biaya terbatas, penggunaan bahan HPL bisa menjadi pilihan.”

Lebih lanjut Alfred menyarankan, sebaiknya hindari meakai partikel board. Pasalnya, meski harganya murah, bahan ini cenderung lebih mudah rusak.(tabloid nova)

Incoming search terms:

harga tempat tidur tingkat dewasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

About us

logo-tata-griya2

Tata Griya Kontraktor Interior Melayani Perumahan, Perkantoran, dan Apartemen di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo